HOT NEWS

103. Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang Dalam Satu Minggu

Hujan yang mengguyur Trenggalek seminggu terakhir ini mengakibatkan berbagai bencana alam terus mendera beberapa wilayah di kabupaten Trenggalek. Mulai dari banjir, longsor hingga angin puting beliung.

Terhitung sejak satu minggu terakhir dari hari Senin tanggal 7 November 2016 hingga minggu 13 November 2016  terdapat  bencana Angin Kencang, longsor dan Banjir melanda Trenggalek.

Angin Kencang di sertai hujan Es pada Senin 7 November 2016 mengakibatkan Pohon tumbang di 24 titik kejadian di Lima kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek yaitu Kecamatan Tugu, Karangan, Kampak, Pule, dan Suruh.

      

Akibat dari angin kencang ini arus lalulintas di jalur Jl. Raya Karangan dan Jl. Raya Kerjo Karangan sempat terputus yang diakibatkan pohon tumbang dan menghalangi jalan. Di beberapa titik pohon tumbang yang di sebabkan oleh angin kencang juga menimpa rumah warga dan tiang listrik hingga tiang listrik tersebut roboh.

Pada hari rabu 9 November Longsor terjadi di 3 Kecamatan. Di Kecamatan Panggul longsor dengan tinggi 10m lebar 9m menimpa pagar SDN 2 Kertosono dan dapur rumah atas nam ibu Tuminah. Di Kecamatan Bendungan longsor setinggi 5m lebar 3m menimpa rumah atas nama bapak Imam. Pada Kecamatan Pule tebing setinggi 8m dan lebar 6m longsor menimpa rumah atas nama Bapak Darmo dan di Munjungan akibat hujan deras tebing batu setinggi 250m dengan lebar 150m kembali ambles sejak kejadian pertama pada Minggu 6 November 2016. Untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan warga sempat di ungsikan dikarenakan dentuman tanah yang bergerak terus terdengar sejak pukul 21.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib.

  

Minggu 13 November 2016 akibat hujan dengan intensitas sedang dan tinggi sejak sabtu malam membuat sungai Tawing meluap sehingga mengakibatkan banjir di kecamatan Munjungan khususnya Desa Tawing dan Bendoroto ketinggian air 40-65cm, di Kecamatan Kampak air sempat masuk di SMPN 1 Kampak dan Desa Senden, Bendoagung dengan ketinggian Air 40-70cm , di wilayah Gandusari banjir menggenangi Desa Gandusari, Wonorejo, jajar serta Desa sukorejo dengan ketingguan air 50-70cm dan Kecamatan Pogalan di Desa wonocoyo dengan Rata-rata ketinggian air 30-50cm. Tidak hanya banjir, hujan lebat juga mengakibatkan tanah longsor di Kecamatan Kampak tepatnya di desa Bendoagung, Ngadimulyo dan Karangrejo.

 

Selain Banjir dan longsor akibat derasnya air sungai juga berdampak pada rusaknya beberapa infrastruktur seperti jembatan yang menghubungkan Ds. Wonorejo menuju Ds. Ngrayung putus akibat tergerus arus sungai. Tidak hanya di Gandusari, Jembatan yg menghubungkan antara Ds.Gador dengan Ds.Sumberejo Kecamatan Durenan terputus. TPJ sungai Desa Jati Kecamatan Karangan dan TPJ sungai Desa Pule juga ambrol.

  

 

Senin 14 November 2016 pukul 04.00 WIB yang beralamat di  RT.02 RW.01 Desa Gador Kecamatan Durenan telah terjadi jembatan putus yang menghubungkan antara Desa Gador dengan Desa Sumberejo sehingga jalur menuju kedua desa terputus.

Pada hari Minggu Pkl 18.00 WIB s/d 02.00 WIB wilayah Kecamatan Durenan terjadi hujan dengan intensitas sedang yang mengakibatkan jembatan Desa Gador Putus karena terkikis derasnya air dari Gunung Kekep. Jembatan Desa Gador tidak mampu menahan derasnya air sehingga mengakibatkan jembatan putus.

Untuk kerugian personil nihil dan untuk kerugian materiil berapa Jembatan putus. Kerugian masih belum bisa di tafsir.

Hits: 206